Inilah kiat-kiat menuju impianmu, sahabatku...


Inilah kiat-kiat menuju impianmu, sahabatku...

            Sahabat yang di berkahi ALLAH SWT, kita sebagai manusia pasti memiliki kehendak atau sebuah keinginan yang tinggi. Tapi, itu semua belum tentu dapat terkabulkan begitu saja, karna pada dasarnya semua itu hanya ALLAH SWT yang menentukan. Seperti halnya kita hidup. “Sahabat tau gak sih, sebenernya kita hidup di dunia ini untuk apa?”. “Kita hidup di dunia hanya untuk menunggu mati, bukan?”. Ya... Hingga sekarang tidak ada atu orangpun yang mengetahui tentang ajal kita, tentang kapan kita mati. Karna hanya ALLAH SWT -lah yang menetukan itu semua. Intinya, semua urusan kita di dunia ini semuanya ALLAH SWT yang mengatur. ALLAH SWT, berfirman “Allahumma laka aslamtu nafsi ilaika wa fawwadtu amri ilaika wa al-ja’tu zahri ilaika ragbataw wa rahbatan ilaika la malja’a wa la manja minka illa ilaik, amantu bi kitabikal-lazi anzalta wa nabiyyikal-lazi arsalt”, yang artinya “Ya Allah, kuserahkan diriku kepada-Mu. Kusandarkan Kepada-Mu penuh harap dan cemas. Tiada tempat bersandar dan tiada tempat berlindung dari murka-Mu kecuali kepada-mu. Kuimani kitab-Mu yang Engkau turunkan dan nabi yang Engkau utus”.

            Masa remaja pastinya memiliki keinginan yang sangat tinggi, seperti keingintahuan tentang sesuatu, rasa keinginan kita tentang suatu barang dls. Remaja merupakan pemimpin bangsa di hari esok, itu sebabnya sebagian besar para remaja selalu memiliki keinginan yang tinggi. Agar kehendak atau keinginan kita yang positif itu dapat menjadi kenyataan, usahalah. Berusaha dan berdo’a (ikhtiar) itulah kunci kesuksesan. Jangan berhenti berdo’a dan berusaha selama keinginan atau kehendak kita belum terwujud. Gunakanlah kesempatan sesebaik-baiknya dan jangan lupa untuk selalu bersabar. 

            Sahabat pasti memiliki cita-cita. Gapailah cita-cita sahabat setinggi langit. Jika sahabat memiliki sebuah pilihan mintalah pada ALLAH SWT. Sahabat bisa meminta pada ALLAH SWT dengan cara istikharah. istikharah yaitu shalat sunnah yang disyariatkan bagi seseorang yang ingin menentukan pilihan terhadap berbagai pilihan yang ada dihadapannya berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori,

dari Jabir bin Abdullah r.a., beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu,”

 Tentang waktu pelaksanaan shalat istikharah ini maka para ulama bersepakat bahwa shalat ini bisa dilakukan pada setiap waktu kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan shalat. Dan penghujung malam bukanlah termasuk diantara waktu-waktu yang dilarang itu bahkan ia merupakan waktu yang paling afdhal untuk melaksanakan shalat istikharah, sebagaimana penjelasan diatas. Yang berarti pula bahwa dibolehkan bagi seseorang pada waktu itu melaksanakan shalat istikharah baik sebelum maupun setelah shalat tahajjud.
            Tuntunan kita dalam mengisi hidup ini,:
1)      Dalam hidup kita harus pandai berpamitan,
Yang dimaksud pandai berpamitan ini yaitu berdo’a. Kita hidup di dunia ini hanya sementara. Kita melakukan segala sesuatu haruslah pamit pada Allah swt. Contohnya, ketika akan tidur, kita membaca doa, ketika akan makan, kita membaca doa. Artinya, kita harus meminta ijin dulu pada Allah dalam melakukan segala sesuatu selama kita hidup di dunia ini, dengan tujuna agar Allah Ridho dengan apa yang kita lakukan.
2)      Dalam hidup kita harus pandai berterima kasih
Pandai mengucapkan terima kasih yaitu pandai menyusukuri atas apa yang Allah berikan pada kita di dunia ini. Entah itu baik ataupun buruk, entah itu menyakitkan atau tidak.
3)      Dalam hidup, kita harus bisa menggunakan waktu sebaik mungkin
Selama kita di beri kesempatan, gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya. Janganlah kamu sia-siakan kesempatan itu, karna pada dasarnya kesempatan itu hanya datang satu kali.
(Raa/nee)

(Kharisma, edisi i/ 20 november 2011)

Menyambut 1 Muharram, Panitia Undang Pelajar Setempat


Bondowoso – Dalam menyambut datangnya Tahun Baru Islam, Panitia PHBI Remas At-taqwa Bondowoso berkerjasama dengan Takmir masjid setempat untuk mengadakan Do’a Akhir dan Awal Tahun Bersama. Acara tersebut dilaksanakan tepat pada hari sabtu (26/11) pukul 15.00 WIB.

Do’a Akhir dan Awal Tahun Bersama ini diisi dengan berbagai acara, seperti, pembacaan doa akhir dan awal tahun yang dipimpin oleh H. Yusuf, hadrah dan sholawat oleh Hadrah MI At-taqwa, istighosah oleh Ust. Shoddiq, kajian oleh Ust. Matkur Damiri, kepala sekolah Mi At-taqwa Bondowoso. Acara yang diadakan di Masjid At-taqwa Bondowoso ini ini agaknya sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena acara Do’a Akhir dan Awal Tahun Bersama kali ini tidak hanya dihadiri oleh anggota pengajian Masjid At-taqwa, namun juga melibatkan para pelajar dari sekolah-sekolah setempat. Achmad Nurfadil, ketua pelaksana Do’a Akhir dan Awal Tahun Bersama, mengatakan bahwa bahwa acara Do’a Akhir dan Awal Tahun Bersama ini sangat penting untuk diadakan. “Oh, tentu sangat penting! Apalagi dengan diundangnya para pelajar dari sekolah-sekolah setempat, hal ini diharapkan dapat menambah kepedulian remaja yang kurang terhadap perayaan Tahun Baru Islam. Jadi, mereka tidak hanya merayakan Tahun Baru Masehi saja, tapi juga Tahun Baru Islam juga mereka rayakan.” Begitu ulasnya. Selain itu, juga dapat menambah wawasan para remaja tentang kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan ketika mereka ingin menyambut Tahun Baru Islam.

Dalam persiapannya, dapat dikatakan pengadaan acara ini termasuk kurang persiapan. Tenggat waktu yang sudah menipis dan SDM yang tidak memadai membuat para panitia mengalami kesulitan dalam menghubungi pengisi acara dan menghubungi sekolah-sekolah. Namun begitu, dalam pelaksanaannya, acara Do’a Akhir dan Awal Tahun Bersama ini berjalan lancar hingga berakhirnya acara pukul 18.00 WIB. (nee)

Perayaan idul adha di Masjid At-taqwa, Sembelih 7 Ekor Sapi dan 17 Ekor Kambing


Bismillahirrahmanirrahim

Bondowoso – Dalam menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1432 H, PHBI (Panitia Hari Besar Islam) Masjid Agung At-taqwa Bondowoso mengadakan serangkaian kegiatan yang terdiri dari  pelaksanaan sholat idul adha berjamaah, penyembelihan hewan qurban dan pembagian daging qurban.
Pada hari ahad (6/11) sekitar pukul 05.00 WIB., masyarakat Bondowoso, khususnya yang bermukim di sekitar Masjid Agung At-taqwa Bondowoso, berbondong-bondong memenuhi serambi dan halaman masjid. Masyarakat tersebut datang untuk melaksanakan sholat Id berjamaah yang dilaksanakan di Masjid Agung At-taqwa Bondowoso pukul 06.00 WIB.
Selain melaksanakan sholat Id berjamaah, panitia masjid juga melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang diketuai oleh Drs. H. Syaifudin Zuhri. Adapun hewan yang diqurbankan sejumlah 24 ekor, terdiri dari 7 ekor sapi dan 17 ekor kambing. Hewan-hewan yang didapat dari dari bupati dan masyarakat  bondowoso tersebut dibagikan kepada masyarakat fakir miskin dan orang-orang yang berhak menerimanya di sekitar  lingkungan Masjid At-taqwa. Sebelumnya, masyarakat yang menjadi target penerima dalam pembagian daging qurban tersebut harus memiliki kupon terlebih dahulu. Kupon tersebut telah dibagikan pada hari sebelumnya seusai sholat shubuh berjamaah dan harus diperlihatkan kepada petugas/panitia pembagian daging qurban ketika akan mengambil jatah daging.
Panitia idul adha kali ini tidak hanya melibatkan takmir, guru-guru, karyawan Masjid Agung At-taqwa, namun juga melibatkan Remaja Masjid Agung At-taqwa. Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1433 H, Remaja Remaja Masjid Agung At-taqwa berperan dalam kegiatan sholat Id berjamaah. Ketua pelaksana Sholat idul adha berjamaah tahun ini adalah sahabat Zubair, anggota Remas At-taqwa sekaligus Anggota PHBI. Disini, Remas At-taqwa juga terlibat dalam penyembelihan dan pembagian daging qurban. Dalam susunan kepanitiaan, Sahabat-sahabat Remas At-taqwa yang telah berpengalaman sebelumnya disebar dalam setiap sie, antara lain, sie kesekretariatan, sie tranportasi, sie perlengkapan, dan sie pemeliharaan hewan. Selain itu, Remas At-taqwa juga berperan dalam memisahkan antara jama’ah  laki – laki dan perempuan saat sholat Id dengan mengatur shaf antar jama’ah saat malam sebelum pelaksanaan Shalat Id.